Wednesday, November 17, 2010

RPL- Software Process


Layered Technology
Menurut Pressman, Teknologi software engineering dibagi kedalam 4 layer pokok. Yang pertama adalah layer Tools (diidentifikasi alat-alat(Tools) apa saja yang harus digunakan dalam pemodelansystem). Layer kedua adalah layer Methods (ditentukan metode-metode yang dipakai dalam melakukan pemodelan, pengembangan dan pendekatan yang dilakukan). Yang berikutnya adalah layer Process (identifikasi pembuatan sebuah softwere berdasarkan kebutuhan dari user). Layer yang terakhir adalah layer For Quality Focus (layer ini bergantung pada identifikasi-identifikasi sebelumnya di layer Tools, Methods maupun Process). Tujuan utama dari perancangan-perancangan sebelumnya ada di layer ini yaitu “High Quality Software”. Disinilah pentingnya SoftwareEngineering.


Software Process
SW Process adalah framework untuk task atau pekejaan yang dibutuhkan untuk membangun sebuah “High Quality Software”. Proses framework sendiri dibagi menjadi dua aktivitas yaituFramework Activities dan Umbrela Activities. Framework activitiesmerupakan tahapan pokok dalam pembuatan sebuah softwareyang meliputi work task, work product, milestone (scheduling) & deliverable, serta Quality Checkpoint. Framework Activities sendiri terbagi dalam beberapa tahap yang harus diperhatikan. Tahapan itu adalah Communication & Planning, Modeling, dan Constructor & Deployment.
Tahap komunikasi adalah tahap untuk melakukan komunikasi dan kolaborasi dengan customer dengan tujuan mengumpulkan  informasi mengenai kebutuhan customer tehadap software yang diinginkan. Tahap Perencanaan mendeskripsikan task-task secara teknis , resiko yang akan dihadapi, hingga penjadwalan proses pengembangan software berdasarkan kebutuhan. Tahap pemodelan dilakukan kreasi model bagi pengembang sehinggacustomer bisa mendapatkan gambaran mengenai software. Secara detail, aktivitas pemodelan terbagi menjadi dua tahap yaitu menganalisa kebutuhan (Analisys Requirement) dan proses desain. Tahap Constructor & Deployment lebih cenderung pada pembangunan software menggunakan Tools-Tools tertentu.
Umbrella Activities merupakan kegiatan yang menaungi atau dengan kata lain “memayungi”  dari pengembangan software agar dapat menghasilkan software yang sesuai dengan kriteria. Yang termasuk ke dalam Umbrela Activities adalah software project management,formal technical reviews, software quality assurance,software configuration management,reusability management,  measurement, document preparation and production, risk management.
Fundamental Activities
Banyak jenis software proses yang berbeda-beda , namun secara umum Fundamental Activities disarikan ada 4 yaitu Softwarespesification(mendefinisikan software dan batasan-batasan constraint), Software design dan Implementation (untuk menemukan spesifikasi software untuk diproduksi), softwarevalidation (memvalidasi software yang telah dibuat) dan yang terakhir software evolution (tahap dimana software perlu di perbaiki maupun diperbarui untuk mengikuti perkembangan jaman, oleh karena itu pemilihan platform untuk pengembangansoftware sangat penting).
Pada Software specification, terdapat 4 fase penting yaituFeasibility Study (studi kelayakan sebuah software dan Tools),Requirements Elicitation and analisys (untuk membantu memahamisystem secara spesifik) dan Requirement validation (memvalidasi requirements dari customer). Pada software desain and implementation dilakukan proses konversi dari spesifikasi sistem ke sistem yang benar-benar dapat di eksekusi. Mungkin juga dapat dilakukan penghalusan atau perbaikan spesifikasi pada tahap ini. Pada software validation termasuk didalamnya proses verifikasi, proses validasi dan proses testing (unit testing, modul testing, subsystem testing, system testing hingga acceptance testing yang dilakukan pada user). Sedangkan pada tahap proses evolution terdapat proses-proses tambahan dimana suatusoftware dapat berubah selama atau setelah system dikembangkan.

No comments:

Post a Comment