Selang bertahun kemudian aku harus kehilangan mereka untuk menemukan teman-teman baruku. Tak banyak yang bisa aku dapatkan setelah kehilangan mereka. Hanya ada 1-2 orang yang menjadi peduli padaku, gadis kecil yang aktif, egois, keras kepala namun lucu luar biasa. Yah, itulah mengapa mereka menyayangiku..."Lucu luar biasa". Tapi tag lagi setelah aku beranjak besar (bukan dewasa). Tag bisa lagi ku andalkan kelucuan ku, karna mereka tag lagi peduli bagaimana lucunya aku.
Waktu bergulir menambah angka pada digit usiaku. Kini aku mengenal penghuni lain di dunia baruku. Ketika masa kanak-kanakku terpaksa harus ku akhiri lebih muda, kini aku ada di lingkungan yang lebih serius untuk menuntut ilmu. Dengan mereka,yang akhirnya bisa menemaniku lebih lama untuk mempelajari dunia dan isinya, ku dapatkan pengalaman-pengalaman baru yang indah dan menyenangkan. Meski kadang tag selalu membahagiakan, tapi selalu ada hal baru yang aku dapatkan.
Disini karakter mudaku terbentuk sebagai orang yang penurut tapi tidak pemalu, seakan tak punya asa tapi sebenarnya menggebu. Saat itu, mungkin itu alasannya mengapa mereka menyayangiku, yah karena aku penurut tapi bukan pemalu. Hingga akhirnya semua harus berakhir disebuah ajang perpisahan sekolah, dan tetap...canda-tawa,suka maupun dukanya tetap bergulir hingga ruang kelas yang disulap menjadi aula kembali bersih dan menjadi ruang kelas lagi.
Kini aku memilih jalan hidupku sendiri, kembali berpisah dengan mereka yang kusayangi dan menyayangiku, Tapi tidak dengan satu orang! kami masih bersama. Aku memilih jalan yang sama dengannya, melanjutkan semuanya disebuah sekolah menengah pertama yang kecil namun favorit. Tidak banyak motivasi kami(atau mungkin hanya aku) memilih sekolah dibelakang pasar salayan itu. Aku hanya ingin selangkah lebih maju, tapi tak ingin meninggalkan yang lain terlalu jauh. Duniaku yang ini lebih unik dari yang sebelumnya tentu saja. Ada perasaan yang belum pernah q rasakan sebelumnya... aneh memang, tapi disini tiang penyangga hidupku didirikan. Kutemukan SAHABAT-SAHABAT baru, yang bukan lagi teman bagiku. Hampir semua keluh kesah kuluapkan pada mereka, tidak lagi orang tuaku yang menjadi tempat mengadu. Mungkin ini yang di sebut ABG "Anak Beranjak Gedhe".
Suka, duka, konflik, bahkan prahara pernah terjadi disana, tapi mereka tetap ada. Ditempat ini kutemukan kebenaran mengenai ungkapan "Sahabat bukan perkara siapa yang lebih dulu datang, Tapi tentang siapa yang tak pernah meninggalkan". Mulai dari tempat ini, kubawa mereka dalam hati untuk selalu mengisi hatiku. Dan lagi-lagi harus berpisah dengan mereka, setelah aku keluar dari gerbang rumah sakit jiwa itu.
Kini harus mulai kubangun tembok-tembok hidup ku. Disebuah sekolah negri favorit aku gantungkan nasib pendidikan ku... .Nyaris, tag ada lagi kebersamaan dengannya (orang yang bersama ku sejak aku mengenal sekolah, Dia yang emilih jalan yang sama denganku selepas SD). Nyaris, harus kutinggalkan rumahku, teman-temanku, dan hidupku di kota itu. Tapi itu tidak terjadi karena baiknya orang tuaku yang mengijinkanku memilih jalanku sendiri. Dan untuk kesekian kalinya ku dapatkan teman-teman baru, yang kemudian memperkuat karakterku. Kutemukan filosofi-filosofi hidup baru yang mengantar ku pada sebuah sikap yang keras dan tegas. Disini karakter dewasa ku ditempa, dicetak dan diperbaharui.
Bukan lagi seorang penurut yang lebih banyak diam menyembunyikan asanya, tapi menjadi seorang yang berani memiliki ambisi. Mereka yang kusayangi sangat banyak membantuku belajar mengenal kehidupan ini. Bukan sebatas nilai pelajaran dan ujian, bukan sebatas kecepatan mengitari Imam Bonjol, Tapi lebih dari itu. Mereka mengajariku bagaimana dunia ini dikendalikan oleh Illah nya, dan akupun termasuk didalamnya. Semuanya memang sudah kulalui dan harus ku akhiri demi masa depan ku...
Dan aku memilih jalan ku sendiri, tanpa mereka untuk ketemukan "mereka" yang lain ditempat ini. Semoga bisa kutemukan TEMAN dan SAHABAT baru sebaik kalian ditempat ini, Ditempat aku menuliskan semua kenangan yang terekam malam ini.
Semua ini aku tulis dengan ribuan kenangan tentang kalian. Satu-per satu nama dari setiap bagian masa kecil ku kembali muncul diujung ingatanku. Mereka yang banyak diantaranya tak kutemukan lagi jajaknya, karena saat itu aku terlalu kecil untuk mengingat nama lengkap dari setiap mereka.
Ditulis untuk mengenang masa indah ketika di Semarang @ Perum Graha Mukti Utama 1994-2008, Juga dengan harapan bisa menemukan beberapa sahabat yang lama hilang, yang jujur, aku hanya tau siapa nama panggilannya...
Mbak Eka, Mbak Dela, Mbak Dea, Mas Ferry, Mas BeJe
Mas Dennis, Ovi, Mas Fajar
Ditulis untuk mengenang masa indah d SD Tlogosari Wetan 03...
Endah Fachrani, Atung setyanandra, Dewi, Ardi, Dhani Afriani, Lintang Nurhemas, Marlina Rully W, Rima Vidyastiti, Zulfa Arisa, Dana Hadi R, Bagus, Indra Patkai dan banyak lagi....
diantara yang diataspun aku banyak yang kehilangan jejak...semoga bisa ketemu lagi...
Ditulis untuk mengenang kebersamaan dimasa SMP N 9 Semarang
M. Rully W(Selalu ada dia...he), Nilamsari, Dana hadi R, Rr. Dian P, Shima Padma D, Indra Kurniawan , Haris Cahyo, roni Kurniawan, Dyah Widha anak2 3bhe dan 2 eF semuaaanyaaa...
beserta walikelas yang fenomenal, yang bisa bikin aku nangis didepan ruang guru, Bu Endang
dari nama-nama di atas, alhamdulillah masi bisa di cari...
Ditulis untuk mengingat suka duka saat bertempur di medan laga ujian nasional di SMA 3 Semarang..
(masih) M Rully W, (juga ada lagi) Indra Kurniawan, Nur pramitasari, Shinta Ayu S.Y, Yuwandhita Ratna, Dhiar Ratnasari, Jana Laily Z, M. Iqbal Sya'bani, Aburizal Banaka
Dan semua anak X11, XI.A.11, XII.A.6
Terimakasih atas keberadaan kalian yang juga berpartisipasi membantuku mendirikan bangunan hidupku, mulai dari pondasinya hingga kini terbentuk dinding-dindingnya. Tinggal atapnya, yang mungkin harus kubangun tanpa kalian. Atap yang bisa meneduhi bangunan ku yang menyimpan banyak kenangan masa lalu tentang kalian...
2 comments:
ada namaku disini....
ni teh sahaaaaa?
how can u found me?? ^,* guest,,, who am i???
Post a Comment